TUGAS SOFTSKILL KE-3
TEORI ORGANISASI UMUM 2
1.
Jenis-jenis
Pasar
A.
Pasar
Persaingan Sempurna
Pasar
persaingan sempurna (penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual
di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat
identik. Pembeli tidak dapat membedakan perfect competition) adalah sebuah
jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk
yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil
interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar
ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai peapakah suatu
barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu,
promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk. Dalam
pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap
perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu mempengaruhi
pasar. Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan pasar
persaingan sempurna yaitu :
a) Semua
perusahaan memproduksi barang/produk yang homogen. Produk yang homogen adalah
produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu
mengetahui siapa produsennya.
b) Produsen
dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi yang sempurna. Para pelaku
ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga
produk dan input yang dijual sehingga konsumen tidak akan mengelami perlakuan
harga jual yang berbeda dari suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
c) Output
sebuah perusahaan relative kecil dibandingkan dengan output pasar. Jumlah
output setiap perusahaan secara inividu dianggap relative kecil dibandingkan
dengan jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
d) Perusahaan
menerima harga yang ditentukan pasar dengan menjual produknya dengan berpatokan
pada harga yang ditetapkan pasar karena perusahaan tidak mampu mempengaruhi
harga pasar.
e) Semua
perusahaan bebas masuk dan keluar pasar, hal ini disebabkan oleh adanya faktor
mobilitasnya tidak terbatas dan tak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk
memindahkan faktor produksi.
Dalam
pasar persaingan sempurna terdapat beberapa kelebihan, diantaranya yaitu :
a) Mampu
mendorong efisiensi dalam produksi. Dengan jumlah produsen atau penjual yang
banyak, maka produsen akan berlomba-lomba untuk meningkatkan mutu barnag yang
dijualanya.
b) Tidak
memerlukan iklan. Dengan sifat homogen di pasar persaingan sempurna, maka
pemasangan iklan sama sekali tidak dibutuhkan karena jenis barang yang di
perjual-belikan sama.
c) Pembeli
dan penjual bebas bertindak. Produsen dan konsumen memiliki kebebasan dalam
keluar masuk pasar. Bagi produsen yang memiliki modal untuk menjual produknya
dapat memasuki pasar. Bagi produsen yang merasa rugi dapat segera keluar dari
pasar. Dan konsumen memiliki kebebasan untuk membeli barang di pasar kapanpun.
d) Harga
tidak ditentukan oleh satu penjual atau oleh satu pembeli. Harga di pasar
persaingan sempurna ditentukan oleh hasil transaksi tawar-menawar di pasar.
Selain
memiliki kelebihan, pasar persaingan sempurna juga memiliki beberapa
kekurangan. diantaranya sebagai berikut :
a) Tidak
ada dana untuk penelitian dan pengembangan produk. Dengan laba secukupnya,
membuat produsen kuran melakukan penelitian untuk ber-inovasi.
b) Terbatasnya
kebebasan memilih bagi pembeli. Dengan jenis barang yang dijual hanya satu,
membuat konsumen tidak bisa memilih barang sesuai selera dan tingkat pendapatan
mereka masing-masing.
c) Pekerja
menerima upah atau gaji rendah. Dengan laba secukupnya, produsen tidak bisa
memberikan upah tinggi kepada pekerjanya.
B.
Pasar
Monopoli
·
Pengertian Dan
Ciri-Ciri Pasar Monopoli
Pasar
monopoli adalah suatu bentuk atau jenis pasar yang hanya terdapat satu kekuatan
atau satu penjual atau satu perusahaan yang menguasai seluruh penawarannya.
Pada pasar ini tidak ada pihak lain yang dapat menyainginya, sehingga menjadi
pure monopoly atau monopoli murni. Perusahaan yang monopoli menghasilkan produk
yang tidak diproduksi oleh perusahaan lain, tidak ada pengganti yang mirip.
Contoh pasar monopoli adalah perusahaan negara, perusahaan minyak bumi serta
gas alam dan lainnya.
Ø Ciri-Ciri
Pasar Monopoli
Pasar
monopoli memiliki ciri-ciri yang sangat bertentangan dengan ciri-ciri yang
dimiliki oleh pasar persaingan sempurna. Adapun ciri-ciri pasar monopoli adalah
sebagai berikut:
1)
Di dalam pasar monopoli hanya terdapat satu penjual. Barang atau jasa yang
dihasilkan hanya dapat dibeli di pasar monopoli, tidak tersedia di tempat lain.
2)
Jenis barang yang diproduksi atau dijual tidak ada barang penggantinya,
nosubstituties yang mirip. Barang yang dihasilkan merupakan satu-satunya dan
jenis barang tersebut tidak dapat digantikan oleh barang lainnya.
3)
Adanya hambatan atau rintangan atau barriers bagi perusahaan baru yang akan masuk
ke dalam pasar monopoli. Hambatan ini merupakan faktor kuat mengapa pasar
monopoli terbentuk. Hambatan dapat berupa legalistas yaitu dibatasi oleh
undang-undang, hambatan teknologi yaitu teknologi yang digunakan sangat tinggi
sehingga barang sulit ditiru, atau
hambatan modal yaitu perlunya modal besar dalam memproduksi barang sejenis.
4)
Pelaku pasar monopoli dapat menentukan harga barang sesuai keinginannya. Namun
demikian, Penjual ini tidak mempengaruhi harga dan output dari produk lain yang
dijual atau ditawarkan dalam perekonomian.
5)
Sifat monopolinya menyebabkan Perusahaan tidak memerlukan promosi atau iklan
dalam memasarkan produknya. Tidak ada barang alternatif atau penggantinya
menyebabkan pembeli terpaksa membeli hasil produksi dari perusahaan monopoli.
C.
Pasar
Monopolistik
Ø Pengertian
pasar monopolistik
Pasar
Monopolistik adalah salah satu pasar yang dimana terdapat banyak produsen yang memproduksi atau menghasilkan barang
serupa tetapi mempunyai perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual di pasar
monopolistik tidak terbatas, tapi setiap produk yang dihasilkan pasti mempunyai
karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk-produk lainnya. Seperti
misalnya sabun mandi, shampo, pasta gigi, dan sebagainya. Meskipun fungsi dari
semua sabun mandi sama yaitu untuk membersihkan badan, akan tetapi setiap
produk yang dihasilkan oleh produsen yang berbeda memiliki ciri yang khusus,
seperti misalnya perbedaan wangi, warna, kemasan, bentuk dan sebagainya. Atau
ada juga definisi pasar monopolistik yaitu pasar yang dimana terdapat banyak
produsen atau perusahaan yang menjual barang yang berbeda corak. Di pasar
persaingan monopolistik, harga bukanlah suatu faktor yang dapat mendongkrak
perjualan. Tapi bagaimana kemampuan produsen atau perusahaan menciptakan citra
yang baik di dalam benak konsumen atau masyarakat, sehingga membuat mereka
ingin membeli produk tersebut meskipun dengan harga yang agak mahal. Oleh sebab
itu, setiap perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus selalu aktif
mempromosikan produknya sekaligus menjaga citra perusahaannya.
Ø Ciri-ciri
pasar monopolistik
Berikut
ini ciri dari pasar monopolistik, diantaranya seperti:
1.
Terdapat banyak produsen/penjual.
Pasar
ini memang memiliki banyak produsen, tapi pasar ini tidak memiliki produsen
sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang
memiliki skala produksi yang lebih besar dari pada produsen lainnya.
2.
Adanya diferensiasi produk.
Pasar
ini menjual produk yang cenderung sama, tapi memiliki banyak perbedaan
khususnya dengan produk lain, seperti misalnya dari cara pengemasan, bentuk dan
sebagainya.
3.
Produsen dapat mempengaruhi harga.
Di
pasar ini dimana harga terbentuk berdasarkan dari mekanisme pasar, oleh sebab
itu pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar
oligopoli maupun pasar monopoli.
4.
Produsen dapat keluar masuk pasar.
Dalam
hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, ketika produsen hanya sedikit di pasar
maka laba ekonomisnya akan tinggi. Saat produsen semakin banyak, otomatis laba
ekonomis akan semakin kecil, maka pasar semakin menjadi tidak menarik dan
produsen dapat meninggalkan pasar.
5.
Promosi penjualan harus aktif.
Di
pasar ini harga bukanlah merupakan pendongkrak jumlah pembeli atau konsumen,
melainkan kemampuan produsen atau perusahaan untuk menciptakan citra yang baik
dimata para konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk.
Jadi, iklan atau promosi memiliki peran yang sangat penting dalam meraih dan
mempertahankan banyak konsumen.
Ø Inilah
kelebihan dan kekurangan pasar monopolistik
Berikut
ini kelebihan pasar monopolistik:
o
Banyak produsen di
pasar yang memberikan keuntungan bagi pembeli atau konsumen untuk dapat memilih
produk yang terbaik baginya.
o
Kebebasan keluar masuk
untuk produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi yang baru
dalam menghasilkan produknya.
o
Diferensiasi produk
mendorong para konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan
dibelinya, serta dapat membuat para konsumen loyal terhadap produk yang
dipilihnya.
o
Pasar ini umumnya mudah
untuk dijumpai oleh konsumen, sebab sebagian besar kebutuhan sehari-hari
tersedia di pasar ini.
Ø Dan
inilah kekurangan pasar monopolistik:
o
Pasar monopolistik
memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi, baik dari segi harga, kualitas
maupun dari segi pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal maupun
pengalaman yang cukup akan lebih cepat keluar dari pasar ini.
o
Dibutuhkan modal yang
besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, sebab pemain pasar di dalamnya
mempunyai skala ekonomis yang cukup tinggi.
o
Pasar monopolistik
mendorong produsen untuk selalu berinovasi terhadap produk-produknya, sehingga
akan meningkatkan biaya produksi yang nantinya akan berimbas pada harga produk
yang harus dibayar oleh pembeli atau konsumen.
D.
Pasar
Oligopoli
Ø Pengertian
Pasar Oligopoli
Definisi
dari pasar oligopoli adalah salah satu bentuk persaingan pasar yang mana
didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh
industri yang termasuk oligopoli adalah industri-industi yang membuat semen di
Indonesia seperti Holcim, semen gresik dll. Selain itu juga ada industri mobil
di Jepang dan lain-lain.
Ø Ciri-ciri
pasar oligopoly
i.
produk yang dijual
memiliki harga yang hampir sama satu sama lin
ii.
pembedaan produk yang
unggul merupakan kunci sukses dalam persaingan pasar oligopoli
iii.
sulit masuk ke pasar
karena butuh sumber daya yang besar
iv.
perubahan akan diikuti
perusahaan yang lain
Contoh
pasar oligopoli
Sebagaimana
kita ketahui bersama bahwa pasar oligopoli diartikan sebagai bentuk pasar yang
didalamnya terdapat beberapa penjual dan produk yang dijual bisa sama persi
atau bisa dibedakan menurut ciri khasnya. Sedangkan contoh pasar oligopoli
dalam kehidupan sehari-hari banyak terdapat dalam masyarakat Indonesia. Beberapa
contoh perusahaan/produsen yang berada pada pasar oligopoli antara lain pada
produk/barang seperti pada industri semen, misalnya ada semen gresik, semen
holcim, semen indocement dan semen cibinong. Pada industi sepeda motor,
misalnya Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan lain-lain. Sementara pada bidang
elektronik seperti Soni, toshiba, national, samsung, panasonic dan lain-lain.
Pada jasa penerbangan misalnya ada Garuda Indonesia, Air Asia, Lion Air dll.
Pada industri jasa penerbangan yang terjadi saat ini para oligopolis cenderung
bersaing dalam hal harga (price competition), anda dapat melihat bagaimana
ramainya perang tarif antar maskapai penerbangan. Untuk membedakan produk satu
perusahaan dengan perusahaan lain, sering para oligopolis menerapkan strategi
dalam menguasai dan menarik konsumen dengan membuat model serta memberikan
merek tertentu pada produk yang dijual (strategi diferensiasi produk). Model
dan terutama merek ini biasanya dibuat agar berkesan di hati konsumen, agar
konsumen menjadi loyal dan tertarik. Konsumen yang sudah terikat pada produk
merek tertentu akan sulit berpindah ke produk yang lain.
2.
Pengertian
dan Konsep-konsep Pendapatan Nasional
A.
Perputaran Roda Perekonomian
Pertumbuhan
ekonomi suatu negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP
negara tersebut, yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari
tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output
suatu sektor ekonomi pada tahun tertentu dengan nilai output sektor tersebut
pada tahun sebelumnya dan dikali 100 % kemudian dikurangi 100. Bila GDP
mengalami pertumbuhan yang tinggi berarti pendapatan masyarakat juga akan
mengalami pertumbuhan yang tinggi, terlepas dari siapa atau kelompok mana dari
masyarakat yang menerima pendapatan tersebut. GDP Indonesia menurut lapangan
usaha berdasarkan harga yang berlaku dan harga konstan.
Ø Pengeluaran
Agregat (Aggregate Spending)
Seperti
diterangkan diatas bahwa GDP dapat dihitung dari sisi pengeluaran aggregate
(Aggregate Spending) pelaku ekonomi dalam suatu negara. Pengeluaran aggreaget
ini sama dengan Permintaan Agregat karena konsekuensi dari permintaan adalah
adanya pengeluaran oleh rumah tangga, investor, pemerintah dan eksportir untuk
membeli barang dan jasa.
Pengeluaran
Aggregate dapat dikelompokkan atas empat komponen, yaitu:
1.pengeluaran
konsumsi rumah tangga,
2.pengeluaran
invesatasi oleh pengusaha (bisnis),
3.pengeluaran
pemerintah, dan
4.permintaan
luar negeri.
Ø Pengeluaran
Konsumsi
Merupakan
bagian terbesar dari permintaan agregat yaitu berupa permintaan dari konsumen
terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsumsi
ini memegang peranan penting dalam perekonomian menurut teori Keynesian karena
akan menentukan output dan pendapatan masyarakat suatu negara. Kontribusi
konsumsi terhadap pembentukan GDP di Indonesia diperkirakan sebesar 65% dari
total GDP. Konsumsi dapat dibagi atas tiga kategori yaitu barang tanah lama
(durable goods) seperti mobil, barang tidak tahan lama (nondurable goods), dan
jasa (services). Dari sisi asal barang maka barang dan jasa yang dikonsumsi
oleh konsumen dalam negeri terdiri dari barang produksi dalam negeri dan barang
/jasa yang diproduksi oleh negara lain yang diimport ke Indonesia. Dalam
penghitungan GDP angka import ini harus dikeluarkan dari angka GDP.
Ø Pengeluaran
Pemerintah
Yang
termasuk dalam pengeluaran pemerintah adalah semua pengeluaran pemerintah yang
diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Pengeluaran
pemerintah ini tercantum dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional (APBN).
Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung nilai tambahnya
(value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yang
diproduksi oleh pemerinatah pada umumnya adalah gratis. Pengeluaran pemerintah
seperti uang pensiun (transer of payment) tidak dihitung dalam GDP karena
pengeluaran tersebut bukan merupakan pembelian terhadap barang atau jasa yang
baru diproduksi.
Ø Pengeluaran
Investasi
Investasi
adalah tambahan terhadap akumulasi modal (physical stock of capital) ditambah
dengan perobahan persediaan (inventory changes). Tetapi transaksi saham tidak
termasuk dalam penambahan stok modal. Jadi investasi adalah aktifitas yang bisa
meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa dimasa
mendatang. Contohnya adalah pembelian barang investasi, peralatan, dan
pembangunan rumah baru. Sewa dari tumah tersebut dihitung sebagai konsumsi.
Ø Permintaan
Ekspor Bersih (Net Export)
Komponen
terakhir dari GDP adalah net export yaitu selisih antara export dan import (X –
M). Export merupakan GDP dari dalam negeri karena merupakan barang atau jasa
yang diproduksi di dalam negeri, tetapi tidak dikonsumsi di dalam negeri.
Barang ekspor akan dibeli atau dikonsumsi oleh rumah tangga, investor, atau
pemerintah negara asing sedangkan import adalah barang yang diproduksi di luar
negeri, berarti adalah GDP negara asing. Dalam GDP yang dihitung adalah net
ekspor untuk menghindari penghitungan dua kali (double counting). Barang dan
jasa yang dibeli oleh rumah tangga, investor, dan pemerintah tidak semuanya
diproduksi di dalam negeri tetapi beberapa barang yang dibeli tersebut berasal
dari luar negeri. Jadi komponen pengeluaran aggeregate yang diuraikan diatas –
pengeluaran rumah tangga, investor dan pemerintah – sebagiannya adalah barang
yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing atau bukan
merupakan GDP Indonesia. Karena itu untuk mengkoreksinya maka ekspor harus dikurangi
dengan impor agar barang import tidak terhitung sebagai GDP kita, karena yang
termasuk dalam GDP Indonesia adalah konsumsi rumah tangga berupa barang-barang
produksi dalam negeri, ditambah dengan belanja barang investor, ditambah
belanja barang pemerintah dan ditambah dengan nilai barang yang diekspor ke
luar negeri. Barang-barang import yang telah dikonsumsi oleh konsumen dalam
negeri tidak bisa dihitung sendiri karena telah masuk dalam perhitugan jumlah
konsumsi. Nilai barang import ini tentu sama dengan jumlah nilai barang yang
diimport yang tercatat di Bea dan Cukai sehingga dengan mengeluarkannya dari
angka export maka sama dengan mengeluarkannya dari angka konsumsi barang
import.
B. Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Ada
3 konsep pendekatan yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional,
antara lain adalah seperti ini :
1.Pendekatan
pendapatan
Dengan
cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang
diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
2.Pendekatan
produksi
Dengan
cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang
industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu.
3.Pendekatan
pengeluaran
Dengan
cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang
diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
Siklus
aliran pendapatan (circular flow) dan interaksi antar pasar dibagi menajdi dua
yaitu :
1.Siklus
Aliran Pendapatan
Jenis
circular flow mengklasifikasikan pada beberapa sektor perekonomian, antara lain
adalah sektor: Rumah Tangga, Perusahaan, Pemerintah, dan sector Luar Negeri
2.Interaksi
antar pasar
Interaksi
pasar dalam menganalisis ekonomi makro, dipersempit dengan menjadikan tiga pasar
utama. Pasar utama itu adalah Pasar Barang Dan Jasa, Pasar Tenaga Kerja, dan
Pasar Uang Dan Modal.
Ø Metode-metode
penghitungan pendapatan nasional.
Ada
tiga metode dalam perhitungan pendapatan nasional yaitu :
1.Metode
Output Atau Metode Produksi
Dalam
metode ini, Cara perhitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi
perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.
2.Metode
Pendapatan
Metode
pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa
atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
3.Metode
Pengeluaran
Dalam
metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total pengeluaran dalam
perekonomian selama periode tertentu.
C. Masalah Dan Keterbatasan Penghitungan PDB
a.Perhitungan
PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan
PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara,
dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut
PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada
US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia
adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita
lebih besar daripada US$ 800. Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak
memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita
kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara.
Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun
1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan
pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit
berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika
serikat akan bertambah. Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah
distribusi pendapatan. Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik,
tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan
untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi
penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.
b.Perhitungan
PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya
ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan
dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik.
Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat
kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial
makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika
sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat,
kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi,
kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan,
kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita
disertai perbaikan distribusi pendapatan.
Masalah
mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi
nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan
fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak
terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan
menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab,
dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran,
tetapi juga ketenangan batin. Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa
kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah
jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal).
Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut
lebih tinggi di banding negara-negara miskin.
c.PDB
Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk
memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan:
o
Jumlah dan komposisi
penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar
adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA),
maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
o
Jumlah dan struktur
kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak
penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi
kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat
besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas
pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah
yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan
ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif
tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
o
Faktor-faktor
nonekonomi : Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika
kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas
menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak,
berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki
etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap
senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun
terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan
ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.
d.Penghitungan
PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)
Angka
statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya
mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum
mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah
pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan
petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar. Di negara-negara
berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan
administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan
pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan
ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan
kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar.
Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.
Referensi: